Archive | Ngoceh RSS feed for this section

Ada Apa Dengan Teppy?

28 Feb

 

Karena awal bulan Februari ini Ada Apa Dengan Cinta lagi rame diomongin lagi, maka di suatu  malem menjelang tidur, gue iseng nonton ulang lagi film mereka. Di mana? Di Youtube ajah.

Nonton film yang sangat sukses pada jamannya ini pastinya membangkitkan banyak kenangan dan bikin cekakak-cekikik sendiri. Bukan karena filmnya lucu, tapi karena banyak hal yang relate-able, terutama sama fase remaja gue (atau cewek-cewek pada umumnya).

Mari kita telaah satu per satu:

Apakah gue dan sahabat gue punya buku curhat?

PUNYA BENEEER. Udah lah dulu rajin bener kita tulis-tulisin pake bolpen dan spidol warna-warni, tempel foto, curhat nggak abis-abis soal gebetan atau mantan, endebrey endesekrey, endefrey… Ke manakah buku itu sekarang? Satu buku merangkap agenda masih gue simpen buat dokumen pra-sejarah. Satu lagi gue buang, saking menjijikkannya =)))

Apakah gue pernah nangis-nangis di bawah shower?

TENTU TIDAK!

Bukan karena saya anaknya nggak drama, tapi karena kamar mandi gue waktu itu pake TONG. YES. Not even a decent bak mandi, tapi TONG =)) Jadi kalau ceritanya lagi sedih menjurus depresi, cara penyaluran emosi yang  biasa dilakukan adalah mandi dengan membuka kran air besar-besar (biar nangisnya nggak kedengeran, gitchu), terus nangis…

…sambil GAYUNGAN. =))

Boro-boro mau sok-sokan mikir iris nadi di bawah shower, ni tangan udah pegel duluan megangin gayung mulu =))))

Oh dear Lord, why did I have such an absurd self? =))))

Apakah gue dan temen-temen cewek gue suka ngedance bareng di kamar?

Kalo jaman SMP sih, gue ikutan modern dance beneran. Abis itu males karena merasa nggak berbakat. I’d rather dance with myself in a party than doing a harmonized choreography. Semakin diatur, semakin kaku akika -_-” Kecuali kalo diatur-atur untuk ngedance di atas pangkuan Rangga, misalnya.

Yang ada abis itu gue ditebalikin =)))

Eh tapi, satu-satunya sejarah gue ngedance bareng di kamar sama temen-temen cewek gue adalah ketika kuliah. LEBIH NISTA NGGAK SIH, UDAH KULIAH MALAH NGEDANCE BARENG =))) Kalian mungkin dulu sempet liat di blog gue yang lama, video HOBAH lip sync lagu “Pengkhianat Cinta” dan ngedance dengan tingkat ketidaktahumaluan segede dosa. Dipajang di blog lagi =)))) Man, those were our golden times :D Ketawa-ketiwi sampe sesek napas sepanjang malem. :D

Apakah dulu gue punya kipas-kipas lucu ala Cinta?

Bok, nggak usah kipas-kipas lucu. Segala organizer a.k.a orgy dengan kertas fancy segala rupa eke juga adin, mak. Yak, coba tolong yang mengalami fase yang sama kayak gue ini, ngacung! =)))

Apakah gue suka nulis puisi dan baca buku?

Selalu suka, dari dulu, sampai sekarang, sampai seterusnya :D

Apakah gebetan di sekolah ada yang seganteng Nicholas Saputra?

MENURUT NGANA? Tapi tetep dong, akik pacarin laki paling manis dan “lucu” di sekolah, mwahahahaha… #standarpribadi. Biar kata jaman SMA kemasan cupu, pacar tetep kudu yang paling ganteng. Pertanyaannya, kenapa dia mau sama gue? Walahuallam.

Apakah gue pernah gengsian kayak Cinta?

Seberani-beraninya cewek untuk maju duluan dan bersikap proaktif, percayalah, akan selalu ada gengsi yang jadi “polisi tidur”nya. It’s in our blood, yo. Yang pasti sih level gengsi gue nggak separah Cinta. The older we get, the more flexible we are, methinks.

And remember flexible doesn’t necessarily mean “mure.” :D

Apakah persahabatan gue seindah Cinta dan teman-temannya?

Iya. Gue bersyukur sekali dianugerahi sahabat-sahabat otak geser dari jaman sekolah sampai udah kerja gini :D

Apakah gue pernah ciuman perpisahan ala Rangga & Cinta di depan umum?

Pernah.

Nyium yang jadi Rangga aja yang belom.

*disetrum*

Apakah pernah melakukan adegan masak bareng ala Rangga & Cinta?

Tentu pernah. Yang mana pada adegan aslinya sebenarnya kontribusi gue sebagai pasangan justru sangat minim dalam departemen masak memasak, dan sangat dominan dalam urusan ngabisin makanan. Sebagai kompensasi dari rasa bersalah (nggak juga sih), yang gue lakukan adalah… mencuci piring =))) *tetep kagak nolong*


Pertanyaan terakhir, apakah menurut Anda Nicholas Saputra ganteng?

Yang bilang nggak sih, KEBANGETAN =))))

*pas masih muda*

*pas udah mateng* #mimisan


 

Hidup Lebih Baik

1 Nov

Sebagai perempuan bekerja yang tinggal sendirian, gue sadar banget betapa seringnya kesehatan gue jadi sering terabaikan. Ambil contoh sekarang, gue menulis ini di rumah karena hari ini nggak bisa masuk kerja. Gue lagi sakit karena kemaren kecapekan kerja sampai weekend, diperburuk dengan jam tidur dan asupan makanan yang nggak bener.

Sementara gue sadar, kerjaan gue lagi seru-serunya, karier gue sedang mengarah seperti yang gue cita-citakan, tapi karena tenggelam dengan kerjaan, yang gue lakukan sebagai kompensasi dari stress bekerja bukannya istirahat dan makan makanan yang bener, tapi keseringan keluar, tidur pagi, jarang olah raga, dan makan makanan yang nggak sehat.

NGOK banget deh.

Padahal di mana-mana udah jelas hukumnya, kalau pengen hidup happy dan maju, ya harus sehat dulu. Dan sebagai perempuan yang ngakunya mandiri, rasanya kok konyol ya kalau masih harus diingetin ini itu untuk jaga kesehatan. Maka dengan tekad supaya badan nggak gampang rontok, mulailah gue membaca berbagai macam artikel kesehatan, salah satunya tentang tulang.

Mungkin banyak yang udah denger tentang osteoporosis, tapi belum bener-bener tahu soal bahayanya?

Dari yang gue baca, osteoporosis adalah keadaan di mana mineral-mineral penting, terutama kalsium mulai berkurang pada tulang. Penyakit ini merupakan penyakit yang menakutkan karena semua orang berisiko terkena penyakit ini di masa tuanya, sekalipun elo adalah laki-laki (paling rawan menyerang perempuan). Penyakit ini juga dapat menyebabkan tulang seseorang tiba-tiba patah tanpa adanya benturan atau kecelakaan. Patah tulang yang terjadi pada penderita osteoporosis ini pun lebih sulit sembuh dan seringkali menimbulkan kecacatan yang menetap seumur hidup. Karena sifatnya yang “tiba-tiba” itu, penyakit ini sering disebut “silent disease.”

Osteoporosis bisa terjadi pada siapa saja yang kandungan kalsium dalam tubuhnya rendah. Tapi kenapa resiko osteoporosis pada perempuan lebih besar dibandingkan pada pria, adalah karena kadar hormon estrogen pada perempuan mulai menurun pada usia 30-an, sedangkan pria hormon testosteron baru mualai menurun sekitar usia 65 tahun.

See girls, resiko kita lebih besar ternyata. And if it doesn’t scare you enough yet, it surely does for me. Udahlah gue jarang olah raga, jarang minum susu, dan frekuensi makan sayur bisa dihitung dengan jari. Mau jadi apa. -_-

And I know if I continue this, my life won’t last longer than I imagine. Let alone my dreams.

Jadi sebelum terjadi, lebih baik gue berhenti hidup serampangan dan mulai berubah. Yuk, sekalian kita sama-sama ngecek, apakah dari tips-tips mencegah osteoporosis di bawah ini, masih banyak yang kita lewatkan atau nggak.

  • Olahraga

Contohnya: jalan kaki, jogging, lari, angkat beban, bulu tangkis, tenis, atau olahraga lain akan membantu menjaga kepadatan tulang kita. Selain itu olahraga juga dapat memperkuat otot kita dan membantu keseimbangan postur anda sehingga kemungkinan terjadinya fraktur (patah tulang) lebih kecil.

  • Asupan gizi seimbang

Yang bisa kita dapatkan dari sumber makanan ini:

Susu (diutamakan yang low fat).

Nggak usah susah-susah sebenarnya, bahkan mungkin gue yakin temen-temen semua udah pada tahu kita punya Anlene yang produk susunya khusus ditujukan untuk membantu mencegah osteoporosis. Low fat pula! :D

Even better, buat yang sibuk dan nggak sempet, Anlene juga punya Anlene One-a-Day yang terkemas dalam bentuk susu kotak. Praktis, ceu! :D

Ikan laut. Ikan laut kaya akan kalsium, untuk mendapat asupan kalsium yang lebih, kita bisa saja mengkonsumsi bandeng presto atau sarden beserta tulangnya

Yoghurt. Walaupun merupakan produk dari susu, namun kalsium dalam yoghurt lebih mudah diserap tubuh.

Kedelai. Selain mengandung kalsium kedelai juga mengandung estrogen nabati atau fitoestrogen yang dapat membantu penyerapan kalsium. Untung gue demen tempe sama tahu, hehe…

Keju –> this should be easy :D

Sayuran hijau

Nah, ini nih penyakit gue. Karena nggak suka sayur dari kecil, kecenderungan gue adalah menghindari sayuran -_- Padahal sayuran hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, dan selada tidak hanya mengandung kalsium, tetapi juga mengandung kalium dan vitamin K yang mencegah hilangnya kalsium dari tulang. *note to self*

Kurangi kafein, hindari rokok dan alkohol

Jaga berat badan. Kalsium itu mikroelemen essensial bagi tubuh. Metabolisme tubuh, kontraksi otot, bahkan denyut jantung membutuhkan kalsium ini. Kalau kalsium ini kurang, tubuh akan mengambilnya dari tulang. Dan kalau berat badan berlebih berarti tubuh anda akan mengambil kalsium lebih banyak juga dari tulang! Ini bisa kita cegah dengan menjaga berat badan  tetap ideal dengan menjaga pola makan anda dan berolahraga teratur. :D

Apakah gue sudah terdengar seperti dokter sodara-sodara? :D Kalaupun iya, semoga infonya bermanfaat yah! Justru di umur-umur muda kita harus lebih aware sama kesehatan diri sendiri, daripada pas tuanya nyesel. Semoga temen-temen semua juga udah mulai menyadari betapa pentingnya kesehatan, khususnya temen-temen yang tinggalnya sendirian (a.ka. ngekos) dengan ritme kerja gila-gilaan, kalau nunggu diingetin orang lain untuk jaga kesehatan, udah keburu ambruk ntar.

Jadi, yuk mulai hidup lebih baik! Love your bones, love your body, love yourself, ’cause nothing is impossible to achieve if you’re always in good health :D

PS. Untuk info kesehatan tulang lebih lengkap, temen-temen bisa kunjungi:

www.tulangsendisehat.com

FB: Anlene Indonesia

Twitter: @Anlene_ID

No more Stephany

31 Oct

‘Cause even if the world turns into an evil for you…

I just wanted you to know that you always got me…

But you missed all the signs…

…and so this lighthouse won’t be watching over you again.

Whooooooooooosaaah!

22 Oct

Pretty peeeeeps!

How have you been?

I’ve been quite busy these past weeks (and will still be for couple of weeks ahead), but… I have had some fun too, of course :D

Sebulan lalu, untuk pertama kalinya gue ngerasain yang namanya nonton konser!

Sedih ya mak, udah umur 24 tahun baru sekali ini nonton konser. Nonton pensi aja kagak pernah  -_________-

Anyhoo, sekalinya nonton konser, tiketnya gratis pula :D

Dan yang gue tonton?

LINKIN PARK dong, ceuuu! *gak sante*

Walopun bukan die hard fan, tapi gue selalu suka dan kagum sama Linkin Park. Band ini udah gue ikutin dari jaman gue SMP, sampe sekarang masih eksis aja dengan lagu-lagu ciamiknya.

Itu makanya, kebanyakan lagunya yang gue hapal adalah yang dari album-album lama.

Apa rasanya nonton konser pertama kali?

PANAS BANGET YE, MAAAK…

Tapi aku senaaaang sekaliii… Biarpun duduk di tribun dan Chester serta abang Mike Shinoda nampak sekecil liliput di bawah sana (jauh bener jarak pandangnya), tapi suara mereka yang pol dan kualitas bandnya tetep keren. BANGET.

Tidak lupa karena ada layar gede di kanan kiri, lumayan kan buat nyorot Chester yang malam itu cuma pake jeans dan singlet putih. Kasian dia nyanyi ampe keringetan gitu… #bantuelapin #pakekasihsayang =))) Walopun malam itu personil yang bawaannya pengen gue templokin hanya Chester seorang dengan singletnya itu *tetep*, gue sebenernya paling ngefans sama Mike Shinoda. Udah keliatan jauh lebih tua sih dia, tapi tetep nggak berkurang kerennya. Sambil dengerin dia ngerap gue sambil menerawang, ngarep Fort Minor bakal manggung di sini juga *sigh*

Yah begitulah kira-kira kisah kasih gue nonton konser untuk pertama kalinya… Seru dan menyenangkan, dan performernya ciamik! :D

Such a great stress reliever! :D

Other than that, this past month I’ve been catching up with lots of my old and new friends :D Seneeeng banget bisa hore-hore di tengah kerjaan yang menggila. Piknik seru sama keluarga kedua gue, The Nyinyirs. Ketemuan sama sahabat-sahabat gue dari SMA, yang satunya baru dateng dari Aussie dan lagi ngurus kawinannya untuk tahun depan di Melbourne sana. Udah dua tahun nggak ketemu, sekarang udah mau kawin aja :)

Ketemuan juga sama sahabat gue dari Aussie, si Richie, setelah dua tahun kagak ketemu makjaaang… Dan sahabat-sahabat tercinta lainnya… Kangen akut gue sama mereka, dan seneng banget bisa sempet ketemuan lagi :D

*best bud from the land down under, Richie!*

*new dear friend from the USA, Sam :) happy to teach her some Bahasa Indonesia :) *

*with long lost friend since college, Takeo :) *

*ketemuan sama Pito (tengah), Nyinyirs cabang Jambi kemaren malem :D *

*besties from high school: Korin, Opie, Tetha, Teppy :) *

So there goes my “ketemuan” stories :D

Other than that, I’ve been working like mad.

Kerjaan yang lagi nggilani saat ini adalah ngurus event family gathering kantor untuk 2,500 orang, dan dipecah jadi 3 event karena ada karyawan warehouse (gue kerja di perusahaan supply chain management) yang pake sistem shift (karena kegiatan operasional 24/7). Eventnya diadain tiap hari Minggu dari 3 minggu besok dan gue yang mengetuai semuanya. Yang besok ini yang paling gede, 1,600 orang -___- Makanya akika deg-degan mampus indaaang.

Doakan team kami biar sakseus yak! :D It’s been crazy, challenging, and exciting at the same time. Seneng, yang tadinya lembur kayak apa tauk, sekarang loadnya udah berkurang dan udah kebayang kira-kira eventnya akan berjalan seperti apa. Moga-moga semuanya lancar, supaya panitia yang kerja udah sambil kayang ini kagak sia-sia jumpalitannya. Sempet terharu juga sama bos besar yang kemaren tiba-tiba telepon nanya update kerjaan, terus kemudian nanya: “How are you feeling? Are you still stretched out?” *nangis*

I have such an awesome boss :)

Pun dengan teammate gue yang sangat kooperatif dan kerjanya cepet sekali (apa karena gue kejar-kejar mulu =))) *maafkan aku*)

Update baru, setelah event kantor ini, gue akan menempuh role baru, yaitu Project Management :D Bidang ini baru banget buat gue, tapi juga menarik. Karena kegenerikannya, justru lebih enak buat gue gerak ke mana-mana nantinya. Tapi bidang lama gue, Marcomm pun nggak juga dilepas. So I will juggle with these two exciting roles next November, alone (nggak ada teammate, alias Departemen Kesepian =)))) Deg-degan tapi nggak sabar juga… Seneng banget dapat kesempatan untuk belajar dua bidang di kesempatan yang sama. Semoga semua lancaaar ke depannya, amin!

Begitulah kehidupan saya akhir-akhir ini… Tapi bibit-bibit penyendiri gue juga nggak ilang… I love hanging out with my besties, I love to juggle with work, but most of all, I love spending time alone. Gue menemukan kesenangan di sesi ngeblog sendirian di pojokan Roppan, atau sendirian window shopping, nyalon, mijet,  bikin to do list, nulis-nulis quote, dan akhirnya kembali nonton di bioskop sendirian lagi :D For those who rarely got me time, coba deh sekali-sekali :) Menyenangkan lho punya waktu untuk diri sendiri… :)

Oh! And I’ve been downloading songs like mad to compensate my daily life (makin ansos dah gue, tiap hari jalan sendirian nggak lepas dari earphone). Kalau ada yang mau gue e-mailin lagu-lagunya, tinggalin alamat e-mailnya di comment box  ya, ntar gue kirimin. Gue suka excited sendiri kalo nemu lagu bagus, makanya suka gatel pengen kasih tau orang-orang, sayang cuma gue dengerin sendiri, hehehe…

Ya udin, segitu aja dulu update gue… I’ll write to you again soon, my darlings!

I’m going dot com, baby!

16 Aug

So nooow, my website address is literally:

www.thefreakyteppy.com

I wish I have more pleasant, girly name to put on, but come to think of it, the people who knew me best can actually say amen to me being freaky.

So there ya go, thefreakyteppy dot com, baby!

But www.thefreakyteppy.wordpress.com is still accessible though. You can choose either way, but don’t forget to visit me as much as you can, hehehe…

Neeways, more stories coming up!

And thank you my dearest Neng Shasy for this dot com gift! MUWAAAAAAAAAAAAAAH!

The Big Classroom

19 Jul

I started working permanently 3 years ago, during my college period. I remember I was so happy back then, to finally have a job and making my own money. I came from Public Relations background, had not yet finished school, and offered a job as a secretary. I didn’t complain nor bargain, ’cause besides that I got to organize some of my office’s events as well, which is one of my favorite tasks, and event organizing is also part of my studies, so that’s cool.

No major PR thingie to handle, but I love that I got the opportunity to learn from the very low point.

Working for me is like entering this big classroom. You must study just like usual, you’ll have tasks and homework, you’ll be stressed out, but in the end… you got paid, mami! Moreover, nothing is ever theoretical again, as you’re “studying” in a real world.

The pressure and responsibility is way higher, and just like in school, only those who are determined will get to the top.

I started doing some clerical work: photocopying, scanning documents, labeling, making phonecalls, setting up meeting, proposing meeting with clients, making tea/coffee for my boss, book hotels and flights, buying gifts, lunch,  rearrange office lay out, and even clean up my own desk since our former office boy wasn’t really reliable.

Those weren’t rocket science, it wasn’t that hard to do. In fact I think anybody can do that. The challenge was to handle or face those who underestimate you, just because their job is considerably more analytical than making coffee or photocopying. But the bigger challenge was, when you finally think and JUSTIFY that your job is easy that you started to postpone things and become lazy.

Now if that happened, then no wonder people underestimate you.

I think there is a reason why most of us started off from a very low point. Us humans are designed to fight. Those who have big dreams and are able to survive, will move to the next level. Those who are whiny and less passionate, get stuck.

Had I not start my working experience by cleaning up desk, making coffee, photocopying, all those teeny weeny stuff, I probably couldn’t enjoy how lovely it feels to make a “jump” on my career. To make a progress.

And most of all, the experience taught me to respect people whatever their position is.

Then by opportunities, I moved to my second office. It is a lot more exciting, because it’s Marketing & Communications (Internal and External) oriented, which is relate-able to my background.

Well, the company I work at is not a B2C (Business to Customer) company, but B2B (Business to Business), so if you compare our marketing and PR activities with FMCG company, per se, we don’t do massive stuff. But the point is, I get to learn. And for the time being, it’s enough, and I’m happy :)

I am grateful that within this experience I got the chance to learn from scratch. Moreover, my bosses and senior managers here are awesome. No joke. I am thankful that my job allows me to connect with people (internally and externally), that it allows me to write, and teach me how to deal with many types of people. In the first months I sat with three different departments which give me chance to immediately know them better. It’s good to have people recognize you, and vice versa, it’s good that you’re able to know almost all of the people in the office. It makes your life (and work) easier. :D

I am happy that I can learn from those humble, awesome superiors close enough. It’s a good feeling to be surrounded by so many smart peeps, it drives you to become better.

So again, I am thankful for this. I certainly hope and pray that my career ahead will be as bright as a shining star :D

And you pretty peeps, I’m only 24 with 3 years working experience, for some of you it means nothing. But if I can share some tips surviving in this big classroom called office:

  1. Never lose the urge of learning
  2. Be passionate
  3. Stay professional, of course
  4. Make sure you take care of your appearance, because it matters. Display a nice image, not nasty
  5. Be nice and friendly
  6. Kill them with your smile, your brain, your personality, and your endless spirit in learning.
  7. Chit chat skills help sometimes :D
  8. Ever got the urge of throwing an annoying person from the top of your office building? Well, in that case, don’t be one.

Okay then, I hope I don’t make myself sound like a motivator.

Let’s survive this “big classroom”, pretty peeps! :)

Promises

18 Jul

Bukan janji macem-macem, sih.
Cuma dua hari lalu, gue dan temen-temen (yang ketemunya lewat blog) mulai ngerasa kalau frekuensi kami ngeblog sudah amat jauh menurun. Ada yang masih konsisten, tapi kebanyakan udah pada jarang nulis.

Well, nothing to be blamed.

Life happens, daily routine happens, life changes, massive workload, and twitter (which is practically easier), happens.

Tapi karena semangat nulisnya masih ada, kita berencana untuk mulai lagi rajin posting kayak dulu.
Kalo dulu gue bisa analisa sinetron semau gue dan punya waktu untuk ngomenin hasil observasi macem-macem di luar sana setiap hari, sekarang mungkin waktu gue nggak sebanyak dulu pas masih kuliah/kerjaan belum intense.

Oh, dan TV kamar gue nggak berantena, jadi nggak bisa nonton + nyela sinetron lagi =))

Jadi, terlepas dari keterbatasan waktu dan sumber inspirasi nulis gue saat ini, gue bakal berusaha supaya bisa posting sehari sekali. Entah itu quotes, kalimat retorik sebaris, hasil observasi kilat nggak penting, review buku/film, atau posting yang bener-bener niat, akan gue tulis di sini, supaya www.thefreakyteppy.wordpress.com makin padat berisi dan mudah-mudahan bisa menghibur yang baca :)
Kayak sekarang, gue nulis ini dari Blackberry dengan kondisi selimutan siap-siap tidur. Mungkin besok-besok bisa jadi kebiasaan juga, nulis sebelum tidur.

Dan mengingat “janji” yang gue bikin sendiri ini, jadi inget juga sama janji-janji lain yang belum gue penuhin. Janji-janji yang udah gue tulis di to-do list dan dilihat lagi hanya untuk ditulis ulang di to-do list berikutnya, saking nggak sempet. Atau males aje.

Makanya mungkin ada baiknya gue tulis aja sekalian di sini, siapa tau besok gue sadar untuk “mulai” =))

1.Abisin baca buku, majalah, dan komik-komik di kamar. Jangan kerjanya cuma dibeli, dibaca separuh, terus beli baru lagi. Lagi. Dan lagi. -__-”

2.Abisin nonton dvd yang dibeli. Jangan beli mulu, nonton kapan-kapan.

3.Update buku dan blog quotes rajin-rajin.

4.Mentang-mentang membership gym baru aja abis, jangan sampe berhenti olah raga dan jadi mager. *ngomong sama tembok*

5.I should not eat in the middle of the night when I know my metabolism moves in a snail-pace mode. Pengecualian: abaikan peraturan ini ketika dihadapkan pada indomie goreng telor kornet atau martabak keju, jam berapapun itu. Indomie and martabak keju FTW!

Damn, jadi laper.

6. Keep on making to-do list and a list reminding me to actually do my to-do lists. Seems quite redundant, but I need to push myself outta the lazy mood more. May not be the best technique, but if it works for me, maybe you just need to find out what works for you :)

7. Tidur cukup setiap hari
Speaking of which… Udah malem, nih.
I better doze myself off to sleep.

Before we close our eyes, if you have made any promises to yourself that you have note yet delivered…

…move our asses, shall we?

Night, pretty peeps!

Verzonden vanaf mijn blackberry

What’s Your Signature Style?

11 Jul

Jam 5:51pm.

Mata gue udah sepet liat kerjaan, maka beralihlah gue ke blog.

Tadi siang pas lagi ngobrol di pantry, salah satu bos gue bilang:

“Anting lo makin gede, Tep.”

Oh, IT IS getting bigger indeed, hehehe…

Jadilah karena statement itu, sekarang gue ngerunut-runut lagi transformasi gaya gue dari masa ke masa.

Not that it matters to you, but you know, it’s my blog so I can write anything I want, mwahahaha…

Maap saya lagi stress, suka ngomong sendiri.

-_____-”

Anyway, kalau ngelihat balik ke jaman SMP-SMA, rasanya gue pengen terjun dari atas gedung kantor.

Rambut belah tengah sempurna, kacamata cupu, tas slempang, dan celananya bell bottom! Untuk ngelengkapin itu semua, seperti remaja pada umumnya, tiada dompet yang lebih keren daripada dompet MILK TEDDY dengan gambar beruangnya yang ngehits itu. =)))

OH TUHAN

Nggak usah baju bebas, baju seragam sekolah juga cupu seada-adanya… Di saat temen-temen cewek gue pada ngecilin baju seragam supaya ngepas badan, nggak pake kaos dalem, bikin rok sekolah hipster, dengan sepatu-sepatu flat atau pantofel, gue tetep bertahan dengan gaya sebaliknya. Baju kegedean, rok pinggang, bersinglet ria -__- (abis kalo gak, dihukum bok), dan kaos kaki tinggi tapi sepatunya tali. Dan tetep dong, rambut belah tengah… =)))

Satu kemajuan pesat yang bisa gue wujudkan cuma ngeganti kacamata jadi soft lense. Itu aja pertamanya masang satu lensa setengah jam sendiri.

Total SEJAM -_____-

Lo pikir style gue membaik jaman kuliah?

Ya iya sih. Dikit… Cuma tetep aja masih dengan hawa-hawa cuek… Di saat temen-temen gue pake baju lucu-lucu, gue stay lempeng pake kaos, jeans, dan sepatu Converse. Kalaupun ada sendal/sepatu baru, pasti bakal gue pake terus, soalnya nyari sepatu ukuran gue susah banget, jadi sekalinya nemu, ituuuu aja yang gue pake ampe brodol. Dan sebagai mahasiswa yang penghasilan utamanya cuma dari uang saku 100 ribu per minggu dan honor ngajar les Bahasa Inggris, manalah gue bisa beli make up, baju, dan sepatu macem-macem.

Jadi mungkin bisa dibilang, signature style gue waktu itu adalah LEMPENGISME. Nggak bisa gaya macem-macem, ya lurus-lurus aja dah.

Nggak berarti gaya gue juga spektakuler sih… Cuma waktu udah ada penghasilan tetap sendiri ya agak lebih bisa beli ini itu buat permak muke ama gaya berpakaian. Secara kerjaan kudu ketemu banyak orang, kalo gue bluwek, mau sepinter apa juga orang bakal liat gue selewat gitu aja. Forgettable.

Maka dimulailah petualangan gue membentuk signature style sejak mulai kerja 3 tahun lalu sampai saat ini… Ada masa-masa gue pake baju, rok, dan sepatu yang itu-itu aja, sampai Puji Tuhan bisa ada variasi dikit… Tempat langganan gue beli baju kerja murah meriah adalah ITC Kuningan (Ambassador) sama Plaza Semanggi. Di situ pusatnya baju kerja, kalo nggak mau jauh-jauh ke Mangga Dua. Di Centro-nya Plaza Semanggi juga OK sih, tapi kadang harganya ada yang suka nggak dompetsiawi, hehehe… Terus ada juga satu toko di Plangi yang namanya Mini Outlet. Bajunya simple dan bagus-bagus, dan yang penting terjangkau. Kenapa bagus dan terjangkau? Ya doi niru ZARA cin… Sini mah bodo amat baju murah, yang penting muke tetep mahal *taeeeeeeeeeeee*

Oke, itu kalo dari segi baju. I love to stay chic and simple. And you know, pennywise. :D

Kalo dari barang-barang lain bisa diconsider “gayanya Teppy” adalah gue demen banget pake sepatu high heels dan wedges. Pokoknya apapun yang  bikin badan gue keliatan makin tinggi, kecuali enggrang, gue pake. Hehehe… Kenapa high heels? Soalnya bikin postur badan lo lebih keliatan bok. Lebih makgreng gitu. Dan gue berasa lebih pede dan superior aja kalo lebih tinggi dari orang, hehehe… *kelainan*

Terus kalo suka high heels tapi kudu ngebis/ngojek mulu gimana? Jangan sedih cin, sini 3 taon bolak balik ngebis sendal jepitan aja dulu, sepatunya diplastikin terus diganti di kantor. Dan sebaliknya begitu pulang. *niat abis*

Nah, karena kaki gue kayak raksasa, maka toko sepatu affordable yang bisa menyediakan size gue adalah Charles & Keith dan Payless (ada di Plangi, Central Park, sama Blok M Plaza). Payless nyediain ukuran 42-43 juga malah. Kalau pengen sepatu ITC yang lucu dan murmer itu mah wasalam dah gue, kagak ada yang muat  T____T

Oh ya, kalau lagi ke Singapore, bisa juga ke Rubi Shoes di ION (Orchard), itu juga jual sepatu  lucu-lucu (dari sendal, flats, heels, wedges, etc) ukuran gede, dan murah. Gue beli wedges sekitar SGD 30. This shoe store is my hero!

Dari segi aksesoris, cinta mati gue cuma sama anting. Oh how I love earrings so bad! Dulu gue sempet gak pede, tapi karena ngeliat temen-temen gue yang antingnya gede-gede dan keren-keren semua, makin gatel gue pengen pake… And now it has become my signature style. The girl with the big earrings *cailah* Kalo nyari anting sih bisa di mana-mana ya… Cuma sampe saat ini gue paling suka nyari anting di ITC Kuningan (Ambassador), The Little Things She Needs, sama Forever 21. Yang terakhir ini SURGAAA! Antingnya kece-kece bener, harga bersahabat pula. Oh, my.

 

Kalau dari segi rambut, gue stagnan di rambut panjang. Secara muke pipi semua, ya udahlah ya gue cover pipi pake rambut. Paling banter kalo gak gue gerai yang gue kuncir sleek gitu. Dulu gue suka pake poni samping, sekarang karena poni lama-lama gengges nyolok-nyolok mata, jadilah rambut saya diurai sepunggung tanpa poni.

Terakhir, dari segi make up, gue juga simple. Gue nggak begitu suka eye shadowan, tapi karena mata kudu keliatan “hidup”, maka gue pakailah benda kesukaan gue sepanjang masa: EYELINER. Mata gue ini gede, tapi sayu, jadi kudu dikasih eyeliner biar rada belo gimana gitu. Tapi, jauuuh sebelum eyeliner, ciri khas gue yang temen-temen dari jaman SMA udah hapal mati adalah bibir gue yang selalu keliatan kayak abis makan gorengan. Yes. Mata udah greng, bibir jangan lupa dikasih lip gloss dooong! Peliharalah asetmu. Halah.

Yah gitu deh kira-kira rentetan transformasi gaya gue dari masa ke masa. Dari jaman cupu secupu-cupu umat dan cekak sampe rada mendingan dikit. Mungkin buat sebagian orang penting nggak penting sih, tapi gue sangat merasakan betapa “dandan” itu bikin gue tambah pede untuk muncul di hadapan banyak orang. In which my job “force” me to do so. Makanya kalo pouch make up gue ketinggalan, mati gaya dah gua.

Buat gue, dandan adalah salah satu bentuk menghargai diri sendiri. Udah dikasih sama Yang di Atas, maka rawatlah semampumu. Dan, hate it or not, dandan juga salah satu cara supaya orang “ngeh” akan keberadaan kalian. Coba pilih, mendingan diladenin mas-mas Customer Service bank yang bersih, rapi, wangi, atau yang kucel, bluwek, surem nggak jelas?

Sadar kenapa banyak laki yang doyan ke pameran ini itu? Karena SPGnya cantik-cantik. Dan perusahaan yang ngadain exhibition juga sadar akan hal itu, maka dihirelah SPG-SPG kece.  Beauty attracts people. Kalo jadi merasa objectified, mari kita cari contoh pake benda mati. Mending dikasih bemo apa Toyota Yaris? Ya pastinya yang paling kece dong :)

Well, I don’t speak for the whole world here, tapi inilah yang gue tau dan terjadi di kehidupan sekitar gue.

Tapiiiiiiii… Sebagaimana gue bilang sepinter apapun elo, kalo kucel nggak bakal ada yang inget… Inget juga… secantik, seseksi, dan seterawat apapun penampilan loe, kalau pas diajak ngobrol kagak nyambung, ya tetep aja bakal dilupain. Ujung-ujungnya paling diinget sebagai “si cantik tapi bego”, “the no brainer hot girl”, atau istilah umumnya: “dumb blonde”

Itu kenapa kita suka nonton beauty pageant kan? Kita semangat nunggu si kontestan cantik kasih jawaban pinter, tapi lebih semangat lagi ketawa (dan terus menjadikannya bulan-bulanan), begitu nemu si cantik yang jawabannya kwang… kwang… kwang…kwang.

Jadi, kalau bodi udah semlohay, gaya udah kece, muke udah kinclong, jangan lupa itu BB jangan dipake buat ngetweet haha hihi doang, tapi baca situs berita… Pake juga buat browsing. Read books, and read some more. Jangan terlalu tenggelem juga sama dunia maya dan kesendirian elo (kalo suka mendem), go out, talk to people, develop your communications and relationship skill

Dan percayalah, tidak ada yang ingin gue gurui dengan pernyataan barusan kecuali diri gue sendiri.

Semua yang gue tulis ini terinspirasi dari tagline satu majalah wanita kesukaan gue.

“Think Smart, Look Amazing”

(Marie Claire magazine)

Kill ‘em with your look, shut them up with your knowledge, and outshine them with your personality.

That, I think, should be every woman’s signature style:

 BEING AWESOME INSIDE AND OUT :D

PS. Kalo besok-besok ketemu cewek rambut panjang dengan sepatu heels menjulang, anting gede, dan bibir kayak abis makan gorengan, sapa-sapa, yak! :D

Writing as a Profession

25 Mar

Selasa, 22 Maret 2011 lalu, gue dan The Nyinyirs juga temen-temen di ranah twitter ikutan interactive discussion di @america, Pacific Place. Topiknya adalah: Writing as a profession dengan pembicara mbak Reda Gaudiamo, publisher dari tujuh majalah wanita di Kompas Gramedia, dan neng Miund, penyiar SLAGI ADA – 97.5 MotionFM, head writer di SoJones.com, dan penulis buku Gokil!

Both talked about their passion in writing, their writing career, and how they could make a living out of it.

As I am really into writing, listening to their stories got me even more pumped up to pursue my passion. I may not be on their stage right now, but I am optimistic that I’ll get there someday.

Kalau dulu waktu sekolah kegiatan tulis-menulis gue hanya berputar dari tugas untuk bikin puisi, drama, atau cerpen, di usia 20 tahun, gue mulai rajin nulis beneran.

Sejarah gue di dunia blogging bermula ketika di tahun 2007, sahabat gue, Opie, ngajak gue untuk iseng bikin blog. Niat itu dateng setelah Opie minjemin gue buku “Gokil!”-nya Miund yang diangkat dari cerita-cerita di blognya. Setelah baca, kami jadi kepikiran: “Kayaknya ngeblog itu seru juga ya…”

Lalu dimulailah usaha dua anak gaptek ini untuk eksis di dunia maya. *tsaaah* Tapi urusan gaptek mah sebenernya cuma gue doang sih yang gaptek, hehehe…

Gue mulai blogging dengan blog Friendster yang ala kadarnya sementara si Opie nyoba pake blogspot. Lalu gue mencoba beralih ke blogspot, tapi karena lagi-lagi gaptek, akhirnya tuh blog nggak gue apa-apain. Nyerah sama blogspot, gue dan Opie kemudian beralih ke blogdrive. Blogdrive adalah blog gratisan yang paling user friendly bagi para blogger pemula, sekaligus paling bapuk kalau lo udah terbiasa ngeblog.

Setelah 3 tahun ngeblog, di tahun 2010 gue memutuskan pindah account ke WordPress yang tampilannya lebih rapi, simple, dan enak buat nulis. Hence here I am today.

 

Apa aja yang gue tulis sejak hampir 4 tahun ngeblog?

Karena gue suka banget mengamati hal-hal di sekeliling gue, akhirnya gue menulis tentang kehidupan sehari-hari aja. Semua hal/pengalaman yang menurut gue menarik, aneh, mengundang kenyinyiran, lucu, bikin gubrak, dan sebagainya, gue tulis di blog gue. Karena dulu gue nggak punya akses internet, biasanya gue tulis dulu di komputer dan ngepost di warnet. Kalo udah nulis post baru biasanya gue langsung ngabarin Openg, begitupun dengan dia, terus kita saling baca, udahannya telpon-telponan ngebahas/ngetawain postingan itu. Jadi intinya, yang baca blog masing-masing waktu itu ya kita berdua aja. Sedih ya, mak. Mwahahaha…

 

Apakah gue rajin blogwalking?

Hell, yeah! Sebenernya bukan rajin blogwalking juga sih, tapi rajin ke blognya Miund, karena waktu itu cuma itu satu-satunya blog yang gue tau. Isinya kocak banget pula, terus sering diupdate, jadi gue rajin banget ngunjungin. Karena udah banyak postingannya Miund yang kelewat gue baca, dan karena gue bacanya di warnet, akhirnya demi mempersingkat waktu gue, gue copy paste postnya, gue save, dan gue baca di rumah satu-satu. Dari rajin baca blognya Miund dan sesekali komen, gue jadi dapet link-link blogger lain (baik di link blog maupun di komen-komen postnya). Dan dari situlah gue mulai blogwalking atau bahkan ngobrol (online) langsung dengan blogger-blogger lainnya.

FYI, The Nyinyirs, teman-teman dunia maya yang sekarang udah kayak keluarga besar itu dulu semuanya gue kenal dari komen-komen di blognya Miund. Karena kadar kemiringan otaknya sama, akhirnya semua jadi makin akrab dan makin lama makin besar keluarga Nyinyirsnya :D Dulu kopdar awal kita terjadi di tahun 2008 dengan peserta empat orang aja: Deedee, Sandy, Smitun, dan gue. Sekarang The Nyinyirs terdiri dari sekitar 14 orang sarap yang di dalamnya mencakup pasangan masing-masing, bahkan kakak dan kakak iparnya Smitun! *sembah sujud pada dunia maya*

Selain melahirkan keluarga baru, blog pun memberikan gue sahabat baru sekaligus roommate gue, neng Jenny Jusuf a.k.a Boyen. Dulu komen-komenan di blog, kopdar, sekarang kita sering melakukan late night girl talk di kamar gue sambil ngemil nggak abis-abis.

 

So what do you get out of blogging?

  • Teman, sahabat, dan keluarga baru pastinya

 

  • Menjadi lebih terlatih dalam menulis

Gue nggak bilang gara-gara blog gue jadi jago nulis. No, I still have a lot to catch up. Tapi terbiasa menulis cukup sering lewat blog, membuat skill menulis menjadi lebih baik. Kalau gue bandingkan postingan-postingan gue dulu dan sekarang, gue sadar sekali kalau gaya tulisan gue berevolusi, meskipun masih dengan karakter yang sama (ceria) .Kalau dulu tulisan gue sangat ABG dengan bahasa yang apa adanya, sekarang ditata lebih rapi, lebih dewasa, dan gue mikirin gimana caranya supaya tulisan gue enak dibaca. Gue jadi dua kali lebih perhatian urusan gramatikal, tanda baca, istilah asing, dan lain-lain. Gue  juga membiasakan diri untuk nggak menyingkat-nyingkat kata ketika nulis dan baca ulang dan mengedit tulisan gue.  Tentunya kebiasaan ini lahir bukan karena suka nulis aja, tapi karena gue suka baca. Kalau temen-temen suka nulis, rajin-rajinlah membaca supaya dapat perspektif lain tentang gaya menulis. Membaca (dari sumber apapun) sangat membantu gue memperkaya kosakata dan mengajarkan gue menulis sesuai konteks. Dengan membaca media yang beragam, kamu jadi lebih bisa melakukan penyesuaian ketika menulis. Contoh, kalau misalnya kita disuruh nulis di majalah wanita dewasa, nggak mungkin kan kita pakai bahasa ABG atau slang-slang aneh sehari-hari? Kalau diminta nulis untuk remaja, nggak mungkin kan kita pakai bahasa yang njelimet? Dan begitu seterusnya…


  • Punya koneksi dan dapet kerja sampingan

Kalau kalian punya teman-teman baik dari blog, jagalah terus hubungan baik itu. You’ll never know someday they might help you. Sahabat-sahabat dari dunia maya yang datang dengan usia dan latar belakang beragam secara tidak langsung juga menjadi relasi gue. Kalau gue sedang butuh info tentang sesuatu hal, dari soal rekomendasi tempat sampai hal-hal njelimet, mereka menjadi tempat gue bertanya, dan respon mereka sangat membantu.

Pun dengan urusan pekerjaan. Pernah denger kalimat ini nggak? 

“Jaman sekarang kalau cari kerja, kalau nggak punya koneksi mah susah.”


Dulu, gue tau info lowongan pekerjaan gue yang sekarang dari salah satu sahabat gue di Nyinyirs. Salah seorang temennya lagi butuh orang di perusahaan tempatnya bekerja. So I was referred to him and fortunately got the job. :)

My side job also came from my blogging buddies. Tahun lalu, gue dan Jenny sempet nulis skrip untuk salah satu program komedi di Trans TV selama tiga bulan. Selain dapat uang jajan tambahan, kami juga jadi belajar banyak tentang gimana susahnya bikin program TV yang menghibur sekaligus kenceng ratingnya. Dan dari tiga bulan itu, kami pun menyimpulkan bahwa emang lebih susah bikin orang nangis daripada bikin orang ketawa. -_________-

Sejak belajar untuk nulis skrip acara komedi TV, gue berjanji untuk nggak lagi nyela sinetron-sinetron atau acara TV Indonesia. Karena kadang para penulis yang ingin idealis pun pada akhirnya akan terbentur setan rating. And aside from that, their working hours are just crazy. *bow to the crew*

Side job lainnya yang gue dapatkan dari temen blog adalah ngedit novel. I gotta say, I love editing. Mau ampe nyureng juga gue jabanin dah, karena tiap ngedit rasanya kayak lagi main “temukan kata-kata atau huruf yang salah.” And knowing that I get paid to find mistakes makes it even better, hehehe… Ngehek ye. :P

 

Kesimpulannya?

I love writing even more now. Dan gue bersyukur sekali bahwa dengan keisengan untuk buat blog 4 tahun lalu, bisa melahirkan banyak kesempatan baru dalam hidup gue, dari memperluas pertemanan sampai nambah penghasilan. Semoga nggak berhenti sampai sini aja. Amin :D

To Miund and mbak Reda, thank you for the inspiration :D

 

Miund killed the stage

 

the crowd

 


yang ikutan

awesome ambassadors

Miund with husband and mom


*ksatria bergitar*

*ini sumringah bener semuanya foto sama Uli Herdinasyah, mwahaha*

 

Ketemuan Sana-Sini & Printilan Baru

9 Mar

Heyho!

Just  some kinda random updates (but Imma write you another long one in a day or two :D )

Minggu lalu sempet ketemuan sama si bumil Chacha setelah 4 bulan nggak ketemu… Terakhir ketemu waktu dia belum periksa dia hamil/nggak, sekarang udah beleundung :D Well, nggak belendung-belendung amat sih, soalnya dia salah satu perempuan yang menurut gue cukup beruntung karena pas hamil berat badannya nggak naik drastis, walhasil pas lagi hamil muda gini nggak kentara, justru makin semlohay, hehe… Semoga kandungannya sehat terus sampe lahir nanti ya, Cha! :D

 

*antara yang hamil dan nggak hamil nggak ada bedanya #tertunduklesu*

 

Lanjooot!

Sabtunya gue ketemuan sama gadis-gadis HOBAH, Tari dan Shinta (alias Shintul), minus Chacha & Ardel, setelah sebulan lebih nggak ketemu. Seneng banget bisa berkicau berjamaah sama sahabat-sahabat gue ini, soalnya sekarang susah ketemu karena jarak kantor dan rumah yang berjauhan.

Tari-Chacha-Ardel-Shinta tinggal di Jakarta Barat & Tangerang, gue di Benhil.

Tari-Chacha-gue kerja di Jakarta Pusat, Shinta-Ardel kerja di Tangerang & Jakarta Barat.

 

Sungguh tidak berjodoh. Kalau mau ngumpul lengkap susah bener -_______-”

 

Dan kalau sampai berhasil ngumpul lengkap atau paling nggak bertigaan, udah pasti kami ngebahas masa-masa kuliah yang bikin kami lengket satu sama lain itu. Dulu kalau kelar jam kuliah juga bisa dengan gampangnya melenggang untuk main ke mall-mall sekitar atau Puri Mall (daerah jajahan abadi, soalnya waktu itu rumahnya di Jakarta Barat & sekitarnya semua). Now that is difficult for us to hang out, we cherish it even more :)

 

*twenty four-ish to be exact*

Menyambung berita gembira si Chacha yang lagi hamil, salah satu sahabat HOBAH kami yang biasa gue klaim sebagai kembaran gue pun akan menyusul Chacha untuk berumah tangga. Yes, our very own Tari is preparing her wedding :) And I am sooo happy for her.

Sebagai salah satu sahabat terdekatnya dan menjadi saksi mata kehidupan percintaan neng satu ini sejak 6 tahun lalu, to see her entering this  stage is really heart-warming. 6 tahun lalu kami masih cuwawakan, 6 tahun kemudian ada yang udah mau jadi ibu dan ada yang mau nikah.

*Tarsoy dan Tepsoy yang baru masuk kuliah 6 tahun lalu (18 tahun).

Kesimpulan sekarang: Kita tua juga ye :P *

I am so happy for you my beautiful besties :D I wish you never ending happiness ahead :)

 

Pas jalan-jalan di Plaza Semanggi kemaren, setelah Shintul pulang duluan, gue dan Tari akhirnya menyempatkan diri untuk dipijet di Mitra Sehat (lantai 2) :D Bagi yang belum pernah ke situ, cobain deh. Berasa pingsan pas dipijet, enak banget! Tapi tetep favorit gue adalah tempat langganan gue dan pacar, Segar Sehat yang di jalan Iskandarsyah (kalo nggak salah), deket Pasaraya Grande.

Kalau di Mitra Sehat Plangi sih juga sama enaknya, cuma yang gue nggak suka adalah toiletnya plus kamar mandinya dijadiin dalam satu ruangan, tapi nggak ada pemisahan laki-laki dan perempuan. Biarpun kita nggak mungkin gejublakan di situ dan selalu berkimono, kan males dong kalau keluar kamar mandi/toilet tau-tau ada bapak-bapak kimonoan ngantri di depan pintunya? -_-” *kisah nyata*

Setelah misah dengan Tari kelar mijet, gue pun liat-liat barang ke sana ke mari. Di mata gue, Plaza Semanggi ini adalah mall yang semi ITC dan pengaturan tokonya gradakan.

Contoh:

  1. Ada area yang khusus untuk salon-salon, tapi ada satu salon yang nyangsang di deket toko game sama toko senjata.
  2. Di area toko handphone terselip sebuah toko baju (!), toko alat-alat aikido, toko mainan anak, toko komik lama, toko bantal+sprei, dan dua tempat pijat.
  3. Ada beberapa restoran dan coffee shop yang letaknya di ujung berung alias di ujung mall (karena bentuk mallnya melingkar) sampai nggak ketauan kalau di situ ternyata ada restoran. Waktu gue nggak sengaja lewatin, sepi banget gitu areanya, padahal pas weekend lho. Ya eyalah lha wong spotnya ngumpet gitu.

Anehnya, walaupun pengaturan tokonya aneh dan suka bikin keder, gue cukup hapal sama isi mall ini :p Berasa masuk wahana petualangan kali ye kalo masuk Plangi, jadinya gue heboh rajin ngiter-ngiter :P Dan dari “petualangan” itu gue simpulkan  bahwa mall ini bisa memenuhi tiga hal utama yang gue cari: baju, kosmetik, dan buku/komik (yang affordable). Aye! :D

Selain di ITC Kuningan (Ambassador), gue suka cari baju kerja murah meriah di Semanggi. Biasanya gue cari di lantai paling bawah: Arnessio, Woman@Work, sama Marchie. Nggak selengkap Ambas pastinya, tapi lokasinya lebih deket sama kantor dan kosan gue, terus nggak terlalu rame, jadi lebih nyaman belanjanya.

Kalau kosmetik gue suka nyari di Centro. Nyari baju untuk jalan-jalan/acara pun bisa di situ, atau di lantai paling bawah yang kayak ITC tadi. Banyak yang lucu dan terjangkau :D

Kalau buku, untuk buku-buku baru gue pasti ngesot ke Gramedia. Kalau mau beli majalah ada di Bursa Media Dora di lantai paling bawah *anjis hapal*. Kalau mau liat-liat buku impor ada Times (liat-liat doang, kalau beli hampir nggak pernah soalnya mehong bok, hehehe).

Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan, bagi pecinta komik atau buku-buku lama, di lantai 2 (area toko handphone) ada beberapa toko yang jual komik jadul. Gue girang banget pas ketemu toko-toko ini. Walaupun senep begitu tau harganya (mentang-mentang langka jadi mahal), tapi jadi excited sendiri ngeliat banyak komik dan novel lama kesukaan gue terpampang. Untuk komik-komik yang kondisinya masih rada bagus dan bukan komik terkenal, harga jualnya sekitar 5000-10,000 rupiah satunya. Kalau udah komik langka, makin lusuh, makin mahal harganya. Ada juga komik terkenal kayak Pansy, Candy-Candy, Pop Corn, Miss Modern, Mari Chan, Topeng Kaca, etc, yang dijual dalam satu set. Kondisi lumayan oke, tapi harganya makdikipe. Bisa 300rb-500rb rupiah satu setnya.

-___________________-

*nggak jadi beli*

Ngeliat toko-toko ini, gue jadi  inget dulu pas mau pindah dari Medan ke Jakarta (waktu gue naik kelas 5 SD), semua komik gue yang dibeli di Medan ditinggal dan dikasih orang. Padahal itu komik favorit semua. Gue sama adek gue sampai ngambek berat sama emak gue waktu itu. Bener kan sekarang, susah dicari dan mahal pisan. Huhuhu…

Tapi biar bagaimanapun, kalau udah ngebet dan suka banget sama komiknya, gue jabanin deh, dengan catatan harganya masih bisa gue tolerir. Makanya gue seneng banget bisa nemu salah satu komik lama ini di toko itu:

 

*Empat Sekawan :D *

 

Sebagai penggemar komik-komik lucu, komik ini dulu salah satu yang berhasil bikin gue ketawa. Dulu gue beli pas kelas 1 SMP, sekarang udah ke mana tauk, jadinya beli lagi, deh. Gue suka banget ekspresi-ekspresi tolol mereka, kocak banget :D

Saking sukanya gue ngeliat ilustrasi-ilustrasi komik Jepang yang muka konyolnya suka aneh-aneh, dulu pas dapet komik Nakayoshi gratisan, kalau udah kelar baca, gambar-gambar lucu itu suka gue gunting, gue kumpulin jadi satu, dan gue tempel di bagian belakang buku quote gue. *freak*

Anggep aja itu manifestasi dari ketidakmampuan menggambar, jadinya cuma bisa mengagumi dan berujung ngegunting komik. -________-

Pokoknya gue rekomendasiin kalian untuk baca komik ini, selain Asari Chan yang juga gue suka banget :D

Moving on to Monday, gue maksi dan kumpul-kumpul sore dengan The Nyinyirs! :D Horeee!

 

*Teppy, Ibeth, Indi, Deedee – lunch@PP*

 

Evening chit-chat @ Citywalk:

Ayo kumpul-kumpul sekampung lagiii :D

 

THE PRINTILANS

Selain komik Empat Sekawan, ada beberapa printilan baru yang hadir di lemari baju dan rak sepatu saya…

Tadaaa! Ini nggak baru-baru banget sih, udah dipake sekali. Kalau pada minat, kayaknya di Charles & Keith masih ada… Setelah gue pantau, model keluaran C&K ini niru Christian Louboutin ternyata. Bedanya si Louboutin itu bagian belakangnya warna merah. Ya, karena sini belom mampu beli Louboutin, ini aja deh dulu, hehehe… Sampe sekarang belum gue pake-pake lagi, karena kalo ngebis susah (ya eyalahhh), dipake pacaran guenya jadi kayak tiang listrik, jadi gue pake ke kantor aja dengan metode sendal jepitan dulu baru ganti lagi di kantor. *niat*

 

And these are my pink shoes from Wondershoe! :D Terima kasih teman-teman cantikku dari @soalBOWBOW yang bikin kami kecipratan sepatu gratis :D

Lalu…

Batik baru! :D

Ini namanya Batik Drupadi. Yang jualan temen kantor gue. Sistemnya pilih bahan, ukur, nanti dia jahitin. Tapi kalau batik pink ini gue beli waktu dia bawa beberapa contoh baju yang udah jadi. Sebenernya Batik Drupadi ini punya Facebook page dan website juga, tapi sayang udah lama nggak diupdate :s

Nanti kalau udah updated gue share di sini ya… Motif kainnya bagus-bagus, dan karena modelnya sesuai mau sendiri jadinya nggak pasaran :)

 

Panjang juga ya gue ngocehnya… Baiklah, sampai di analisa mall dan laporan printil lainnya teman-teman kece! :D

 

 

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers